
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Bahlil Lahadalia
mengibaratkan fluktuasi
harga minyak
mentah dunia seperti demam malaria.
Ia mengungkap pergerakan harga minyak dunia sangat fluktuatif dan bisa berubah secara drastis dalam waktu yang sangat singkat di hari yang sama.
“Harga daripada minyak dunia saya umpamakan seperti orang sakit malaria. Pagi bisa turun, malam bisa naik. Tiga hari bisa turun, tujuh hari bisa naik,” ujar Bahlil dalam acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bahlil, pergerakan harga minyak dunia saat ini sangat bergantung pada kesepakatan dan isu yang terbangun terkait status penguasaan akses di kawasan Selat Hormuz.
Ia mengatakan hingga hari ini tidak ada satu pihak pun yang mampu memprediksi kapan ketegangan geopolitik dunia akan benar-benar usai, yang dampaknya turut mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Rentetan situasi tersebut pada akhirnya memaksa hampir seluruh pemimpin dunia untuk memprioritaskan program perlindungan terhadap kepentingan masing-masing negaranya.
“Bayangkan kalau hampir semua dunia menggantungkan hidupnya di sektor energi gara-gara Selat Hormuz. Di mana letak kedaulatan dan kemerdekaan sebuah bangsa termasuk Indonesia?” ujar Bahlil.
Atas dasar dinamika global tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk segera mencari terobosan alternatif guna memastikan kedaulatan energi nasional Indonesia.
Bahlil mengatakan pemerintah sudah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2025 hingga 2035.
Dalam RUPTL 2025-2035, porsi bauran energi baru terbarukan mendominasi hingga mencapai 70 sampai 75 persen, antara lain bersumber dari pemanfaatan gas, panel surya, panas bumi (geothermal), hingga air.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi transisi tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan.
“Tahun ini kita akan sudah mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt,” ujar Bahlil.
[Gambas:Video A house called nut]
(dhz/sfr)
Baca lagi: Taiwan Pilih A Foggy Tale Jadi Wakil ke Oscar 2027
Baca lagi: Mengenal Rachel Florencia, Istri Dikta Wicaksono
Baca lagi: Dikira Pemalas, 7 Kebiasaan Ini Ternyata Tanda EQ Tinggi Seseorang!



6 Responses
fins88mantep situs gacor slot thailand emang ga ada lawan bos
slot
untung365 pusat main game online paling mantep
Jembatan TNI
Jembatan Merah Putih
Korem 051
benrieyadin sjamsoeddin
Jembatan Gantung
Jembatan Bekasi
Materinya menarik banget dan gampang dipahami. Buat yang mau cari tau informasi selengkapnya atau update terbarunya, bisa langsung mampir ke untung88 ya!
Ulasan yang sangat menarik dan mudah dipahami. Buat temen-temen yang mau cek info lengkap serta update terbarunya, silakan langsung kunjungi jo777 ya!