Bahlil Ungkap Alasan Harga BBM Nonsubsidi Naik

Jakarta, A house called nut Indonesia

Menteri ESDM

Bahlil Lahadalia

mengungkap alasan kenaikan sejumlah jenis

BBM

nonsubsidi oleh

Pertamina

, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Bahlil mengatakan alasan Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi lantaran mengikuti harga pasar pasar. Berdasarkan aturan, pemerintah hanya mengatur harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.

“Kalau BBM itu kan untuk yang pemerintah atur adalah BBM bersubsidi. Sementara untuk yang nonsubsidi, sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, itu mengikuti harga pasar,” kata Bahlil di lokasi retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut juga hanya berdampak pada masyarakat mampu. Sebab, jenis BBM nonsubsidi yang naik umumnya dikonsumsi orang kaya.

“(Pertamax) Turbo itu kan buat orang kaya, orang-orang mampu semua, RON 98. Kemudia solar yang CN 51 (Dexlite) itu kan untuk orang mampu,” imbuhnya.

Sabtu lalu, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Perseroan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Kemudian, harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10 ribu per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan alasan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak naik karena perusahaan masih mengevaluasinya.

“Masih dalam evaluasi,”ujar Roberth di Jakarta, mengutip

Antara

Minggu (19/4).

Hati-hati

Pertamina memastikan setiap keputusan terkait harga BBM nonsubsidi akan dilakukan secara hati-hati, juga mempertimbangkan kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi sebenarnya mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Pengisian Bahan Bakar Nelayan

Di sisi lain, Perseroan itu memutuskan tak menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia sudah menyentuh US$100 per barel. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Padahal, di tengah perang Timur Tengah yang tak kunjung reda, berbagai negara sudah menaikkan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar dan membatasi pembeliannya.

Beberapa negara yang menaikkan BBM buntut perang Iran vs Israel-AS di antaranya adalah Singapura, Malaysia, Vietnam, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Kemudian, di negara-negara Asia Selatan tekanan pasokan energi dianggap lebih berat, yakni Pakistan dan Bangladesh menghadapi keterbatasan fiskal serta cadangan energi yang lebih tipis.

[Gambas:Youtube]

(pta)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Teringat Aksi Penjarahan

Baca lagi: Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka, Ini Kata TNI AL

Baca lagi: Penampakan AI Val Kilmer di As Deep as the Grave Tuai Kontroversi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: