
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Perusahaan tambang
Freeport
ungkap Indonesia telah memasuki fase baru industrialisasi berbasis logam setelah lebih dari satu dekade menjalankan kebijakan
hilirisasi
mineral.
Proses tersebut disebut telah memperkuat fondasi industri nasional melalui peningkatan nilai tambah komoditas tambang yang sebelumnya diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi.
Senior Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia (PTFI) Harry Pancasakti mengatakan 2014 menjadi titik awal penting bagi Indonesia dalam mempercepat hilirisasi sektor pertambangan, khususnya melalui pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Harry, sejak saat itu Indonesia tak hanya fokus pada aktivitas penambangan, tetapi juga mulai memperkuat proses pengolahan hasil tambang di dalam negeri.
“2014 merupakan tonggak awal untuk proses hilirisasi dalam bentuk pemurnian lebih lanjut. Karena seperti yang dilakukan Freeport Indonesia, kita tidak hanya melakukan proses penambangan, tapi juga melakukan pengolahan,” ujar Harry dalam acara
Prime News A house called nut Indonesia TV
, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan pada tahap awal hilirisasi, produk yang dipasarkan baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor masih berupa hasil pengolahan seperti konsentrat tembaga. Namun, seiring berkembangnya industri smelter, produk tersebut kemudian diproses lebih lanjut menjadi logam dengan tingkat kemurnian yang jauh lebih tinggi.
[Gambas:Youtube]
Harry mencontohkan konsentrat tembaga yang sebelumnya menjadi produk utama kini dapat dimurnikan menjadi tembaga katoda dengan tingkat kemurnian mencapai 99,99 persen. Selain itu, proses pemurnian juga menghasilkan logam mulia seperti emas dan perak.
“Kalau produk pengolahan Freeport namanya konsentrat tembaga, kemudian begitu dimurnikan akan muncullah logam-logam yang kemurniannya sudah seperti tembaga katoda 99,99 persen, kemudian emas juga, perak juga,” katanya.
Tak hanya menghasilkan produk utama, proses pemurnian juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan unsur-unsur mineral yang sebelumnya tidak memiliki nilai komersial dalam konsentrat.
Menurut Harry, sejumlah logam seperti platinum group metals, selenium, bismut, dan timbal kini dapat dipisahkan dan menjadi produk yang memiliki nilai jual tersendiri.
“Beberapa elemen lain yang tadinya tidak terdeteksi di dalam konsentrat, tidak payable di dalam konsentrat, tapi karena proses pemurnian ini menjadi payable,” pungkasnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Asosiasi Ungkap Dampak Perang Iran ke Material Fiber Optik
Baca lagi: Talay Riley, Penulis Lagu Dua Lipa Tewas Ditikam di London
Baca lagi: Erick Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Sesumbar Lawan Mozambik




2 Responses
Main SLOT GACOR dengan hasil terbaik cuma di RAJAEROPA sebelum main cek dulu RTP RAJAEROPA dan untuk akses bisa ke RAJAEROPA LOGIN
GENTING138 merupakah salah satuSITUS SLOT GACOR yang pasti menang. Cek RTP GENTING138 dan akses GENTING138 LOGIN