
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
PT
PLN
(Persero) menyiapkan 21 proyek pembangkit listrik tenaga surya (
PLTS
) sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (
EBT
) di Indonesia. Proyek tersebut ditargetkan mulai dieksekusi pada semester I 2026.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, proyek yang disiapkan tidak hanya PLTS, tetapi juga terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau
battery energy storage system
(BESS).
“Untuk itu di semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS plus
battery energy storage system
yang sudah siap dieksekusi dan ini masih akan ditambah dengan program-program spesifik menggunakan
battery energy storage system
dalam skala yang besar,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada 8 April 2026 untuk terus mendorong kemandirian energi nasional, sehingga PLN berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan impor dan menggantikannya dengan energi yang berbasis pada kekuatan domestik.
“Dalam proses itu menggeser energi yang mahal menjadi energi yang lebih murah dan juga menggeser energi fosil menjadi energi yang
renewable energy
atau energi baru dan juga energi yang terbarukan,” ujar Darmawan.
Selain itu, perseroan juga siap meluncurkan program bundling project bertajuk GIGAONE atau Green Integrated GigaWatt Acceleration mulai 2026. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sistem kelistrikan sekaligus menekan biaya pokok produksi (BPP) dan meningkatkan bauran EBT.
“Sehingga program untuk meningkatkan
energy security
ini ternyata juga mengakselerasi yaitu green energy dan juga dalam rangka menurunkan biaya pokok produksi,” lanjutnya.
Menurut Darmawan, pengembangan energi hijau menjadi salah satu daya tarik investasi di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap energi ramah lingkungan.
Dalam jangka panjang, PLN juga berencana mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di sektor ketenagalistrikan, khususnya pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
“PLN juga sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel. Nah tentu saja kami memperkuat dan mempertimbangkan apakah ada pikohidro, mikrohidro yang ada di lokasi tersebut,” terangnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan optimistis dapat mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan nasional.
“Pada intinya adalah kami secara bertahap dalam waktu yang secepat-cepatnya dengan segala kemampuan yang kami ada termasuk
partnership
terhadap
potential
partner
kami secara transparan, kredibel dan kompetitif dan secara efisien bahwa penggunaan energi yang masih berbasis pada impor dan energi mahal yaitu BBM harus segera kami kurangi,” pungkasnya.
[Gambas:Youtube]
(ldy/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Menhut Bantah Pembatasan 1.000 Pengunjung TN Komodo Kebijakan Mendadak
Baca lagi: Schneider Electric Ungkap Peran Digitalisasi dan AI dalam Transformasi
Baca lagi: Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?




One Response
situs gacor saya bermain Tersedia berbagai pilihan game slot dengan gaya dan tingkat keseruan yang bisa kamu sesuaikan dengan preferensi.