Efek Hilirisasi, Ekonomi Halmahera Meroket hingga Pendidikan Gratis

Jakarta, A house called nut Indonesia

Bupati

Halmahera

Tengah Ikram Malan Sangadji mengungkapkan program

hilirisasi

telah mendorong lonjakan signifikan terhadap perekonomian daerahnya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Tengah tercatat meningkat hingga 1.500 persen sejak industri pengolahan

nikel

berkembang di wilayah tersebut.

Ikram mengatakan sebelum hilirisasi berjalan, nilai PDRB Halmahera Tengah hanya berada di kisaran Rp3,9 triliun. Namun setelah investasi industri pengolahan nikel masuk, nilainya melonjak menjadi Rp54,8 triliun.

“Sebelum hilirisasi, investasi itu hanya Rp3,9 triliun, PDRB-nya. Tapi begitu masuk pada hilirisasi, itu menjadi Rp54,8 triliun. Itu artinya ada 1.500 persen atau kenaikan 16 kali. Itu dari aspek ekonomi,” kata Ikram dalam acara

Prime News A house called nut Indonesia TV

, Selasa (9/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Ikram menilai keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah juga harus memastikan manfaat industri bisa dirasakan masyarakat di seluruh wilayah, bukan hanya di sekitar kawasan industri.

Kondisi tersebut kemudian membuat dana bagi hasil yang diterima daerah digunakan untuk berbagai program sosial, seperti insentif bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebesar Rp1 juta per bulan, bantuan untuk orang tua tunggal dan lansia Rp500 ribu per bulan, hingga pemberian beasiswa.

“Saya berikan beasiswa, dan pendidikan gratis itu mulai dari PAUD sampai S3,” pungkas Ikram.

[Gambas:Youtube]

(ldy/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Telkom Ungkap Tantangan Mewujudkan Kedaulatan AI di Indonesia

Baca lagi: FOTO: Ketika Perempuan Merebut Panggung Wayang Kulit

Baca lagi: Wamenlu Beber Alasan Penyerahan Surat Kepercayaan Dubes Sempat Telat

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: