ESDM Sebut 90 Persen SPBU Sudah Jual B50

Daftar Isi

Jakarta, A house called nut Indonesia

—

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (

ESDM

) mengungkapkan sekitar 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum (

SPBU

) di Indonesia telah menjual biodiesel

B50

.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiyani Dewi mengatakan dari total SPBU di Indonesia, sekitar 6.050 lokasi telah menyalurkan B50. Sementara sekitar 362 SPBU masih berada dalam masa transisi dari B40 menuju B50.

“Kalau kita melihat jumlah SPBU di Indonesia menurut data dari Pertamina Patra Niaga, ini sudah ada 94 persen dan yang sudah menyalurkan sekitar 6.050 lokasi, 362 masih dalam masa transisi, jadi 90 persen sudah menyalurkan B50,” ujar Eniya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Implementasi B50 sendiri mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Program tersebut merupakan peningkatan dari mandatori biodiesel sebelumnya, yakni B40 yang diterapkanĀ sejak 1 Januari 2025.

Eniya mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan penyaluran B50 sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Selain di tingkat SPBU, perkembangan distribusi juga terlihat pada titik serah biodiesel. Dari total 104 titik serah, sebanyak 76 lokasi telah menyalurkan B50. Adapun 28 titik serah lainnya masih berada dalam masa transisi dari B40 ke B50.

[Gambas:Youtube]

“Dari capaian biodiesel untuk serapan, kami mengakumulasikan data per September ini, ini sudah disalurkan 10,69 juta kiloliter,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7,273 juta KL merupakan penyaluran B40 yang dilakukan sejak Januari 2026. Sementara sejak implementasi B50 pada Juli hingga 7 September 2026, penyaluran B50 telah mencapai sekitar 3,4 juta KL.

Eniya menekankan untuk mandatory B50 perjalannya sangat panjang. Pemerintah memulai dengan riset lebih dari 20 tahun, mulai dari B2,5 pada 2018, lalu B10 pada 2014 dan terus belanjut hingga saat ini.

“Kalau kami melihat dari lini masa, jadi kita itu sudah punya sejarah yang sangat panjang, bahkan kalau dari riset lebih dari 20 tahun,” jelasnya.

Ia mengungkap program B50 juga menjadi tonggak sejarah bangsa untuk menuju kemandirian energi. Apalagi, Indonesia menjadi negara pertama yang mengimplementasikan B50.

“Untuk implementasi B50, ini kami melihat dari konteks peresmian yang dilakukan oleh Bapak Presiden, ini menjadi tonggak sejarah negara, bangsa kita yang pertama di dunia mengimplementasikan B50,” pungkasnya.

(ldy/ins)

Baca lagi: Sinopsis John Wick 4, Bioskop Trans TV 8 September 2026

Baca lagi: Mesin Mobil Terpapar Abu Vulkanik? Lakukan Langkah Ini

Baca lagi: Cara Blokir STNK Mobil Terjual Agar Tak Jadi Masalah di Kemudian Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: