
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Harga minyak
dunia merosot lebih dari 4 persen pada perdagangan Jumat (12/6) sore, setelah Presiden
Amerika Serikat
Donald Trump
membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi.
Mengutip
Reuters
, harga minyak mentah jenis Brent turun US$3,81 atau 4,22 persen menjadi US$86,57 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi US$3,80 atau 4,33 persen menjadi US$83,91 per barel.
Kedua kontrak tersebut menyentuh level terendah sejak 17 April 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan harga terjadi setelah Trump membatalkan ancaman serangan terhadap Iran pada Kamis. Ia mengatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran menunjukkan kemajuan dan kesepakatan damai yang dapat membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional berpotensi diteken akhir pekan ini.
Di sisi lain, Iran menyatakan belum mengambil keputusan final terkait kesepakatan tersebut, meskipun sebagian besar poin perjanjian disebut telah diselesaikan.
Kantor berita Mehr melaporkan negosiasi akhir mengenai nota kesepahaman antara Iran dan AS akan berfokus pada isu nuklir dan ekonomi, tanpa mencakup program rudal Iran.
[Gambas:Youtube]
“Pergerakan pasar kembali dipengaruhi oleh perkembangan berita, seiring meningkatnya keyakinan bahwa kesepakatan pada akhirnya akan tercapai dan Selat Hormuz kembali dibuka,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.
Meski demikian, Varga mengingatkan stok minyak global dan regional masih berada pada level rendah. Menurutnya, sekalipun kesepakatan tercapai, diperlukan waktu hingga arus pasokan minyak kembali normal sepenuhnya.
Sebelumnya, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menembaki kapal yang melintas. Jalur strategis tersebut selama ini menjadi rute pengiriman sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Sementara itu, militer AS menyatakan kapal-kapal komersial masih dapat melintasi jalur pelayaran tersebut.
Analis ING memperingatkan pasar dapat kembali menghadapi tekanan pasokan pada akhir Juli apabila arus minyak melalui Selat Hormuz belum pulih.
“Kami melihat pasar akan mencapai titik kritis pada akhir Juli jika aliran minyak belum kembali normal. Pada saat itu, level persediaan yang rendah dan permintaan musiman yang lebih tinggi berpotensi mendorong harga menuju US$120 hingga US$130 per barel,” tulis ING dalam laporannya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Matcha dan Green Tea, Serupa Tapi Tak Sama
Baca lagi: Sidang Bos Blueray, Jaksa KPK Tampilkan Foto Anggota BPK
Baca lagi: Negosiasi ke AS, Iran Ngotot Perkaya Uranium & Kendalikan Selat Hormuz




6 Responses
Banyak kemenangan besar berhasil diraih pemain melalui situs gacor malam iniberkat pilihan game gacor dan bonus spesial yang selalu tersedia
Artikel yang sangat bagus dengan penyajian informasi yang menarik dan tidak membingungkan pembaca http://shop5.10-day.net/bbs/board.php?bo_table=free&wr_id=108999 .
Pembahasan yang mendalam namun tetap mudah dipahami menjadi nilai tambah yang membuat artikel https://zelby.substack.com/p/3-things-tab-tagger-peloton-selfie sangat menarik.
Konten yang sangat berkualitas dengan penyampaian yang jelas serta informatif. https://mxlinkin.mimeld.com/read-blog/7889_advancements-in-ideal-glass-st-albans-elevating-quality-and-service-in-glass-sol.html?lang=filipino
Konten yang sangat bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai topik tertentu.https://worldzonedirectory.com/most-visited-website-list-1793/
Informasi yang diberikan sangat membantu dalam memahami topik secara menyeluruh.http://ldp.telepac.pt/LDP/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Nederlands/January2001/article180.meta.shtml