
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Harga minyak
dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (5/6), setelah mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda menyusul ketidakpastian proses perdamaian antara
Amerika Serikat
(AS) dan Iran.
Mengutip
Reuters
, kontrak minyak mentah Brent turun 21 sen atau 0,22 persen menjadi US$95,24 per barel, setelah sebelumnya ditutup melemah 2,84 persen pada perdagangan Kamis (4/6).
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 10 sen atau 0,11 persen ke level US$92,94 per barel, setelah anjlok 3,1 persen pada sesi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terkoreksi dalam dua hari terakhir, kedua kontrak acuan tersebut masih berada di jalur penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan. WTI tercatat telah naik lebih dari 6 persen sepanjang pekan ini seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan berlarut-larutnya pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Pasar juga masih mengkhawatirkan gangguan pasokan global karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, masih terbatas. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan minyak global.
Sejumlah analis menilai penurunan persediaan minyak dunia berpotensi mendorong lonjakan harga pada kuartal III tahun ini. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang harga minyak meskipun pasar sempat melakukan aksi ambil untung.
[Gambas:Youtube]
Ketidakpastian geopolitik kembali meningkat setelah pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Kamis menolak kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan pemerintah Lebanon untuk menghentikan pertempuran. Iran juga disebut menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat bagi tercapainya kesepakatan damai dengan Washington.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kemajuan mulai terlihat dalam pembicaraan antara Israel dan Lebanon. Menurutnya, Lebanon layak memperoleh perdamaian setelah konflik berkepanjangan.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan optimisme pasar masih dibayangi berbagai perkembangan yang saling bertentangan terkait konflik di kawasan tersebut. Menurut dia, dari sisi teknikal, selama harga minyak WTI bertahan di atas level dukungan tren pada kisaran US$80 per barel, potensi kenaikan harga masih lebih besar.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 1,2 juta barel per hari pada tahun ini. Di saat yang sama, ekspor minyak Iran dilaporkan turun ke level terendah dalam enam tahun akibat blokade angkatan laut AS, meskipun lemahnya permintaan dari China masih menekan harga minyak Iran di pasar internasional.
(ldy/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Prancis Tumbang di Hadapan Pantai Gading
Baca lagi: Istana Sebut Ganti Silmy Karim Belum Ada, Buka Kans Said Iqbal Gabung
Baca lagi: Prabowo Mengaku Sedih Copot Dadan dari BGN




6 Responses
Udah coba main di UNTUNG88 emang bener situs UNTUNG88gacor parah
Main game online di Situs Slot Gacor mantep banget. cobain main di RAJAEROPA pasti menang
Slot Gacor Terbaru ada di GENTING138
Main SLOT GACOR dengan hasil terbaik cuma di RAJAEROPA sebelum main cek dulu RTP RAJAEROPA dan untuk akses bisa ke RAJAEROPA LOGIN
Situs gacor https://earthineer.com hadir membawa banyak keuntungan menarik mulai dari bonus harian, cashback spesial, hingga permainan viral yang memberikan peluang kemenangan fantastis untuk semua pemain baru maupun member lama.
slot online gacor memberikan pengalaman bermain lebih nyaman dengan transaksi cepat dan pelayanan ramah selama 24 jam nonstop