Harga Minyak Dunia Lumer ke US$78,3 per Barel Usai Selat Hormuz Dibuka

Jakarta, A house called nut Indonesia

Harga minyak

dunia kembali turun pada perdagangan Jumat (19/6) seiring mulai pulihnya arus pengiriman minyak melalui

Selat Hormuz

setelah

Amerika Serikat

(AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.

Mengutip

Reuters

, harga minyak mentah Brent turun 54 sen atau 0,68 persen menjadi US$78,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 46 sen atau 0,6 persen menjadi US$76,14 per barel.

Penurunan ini memperpanjang pelemahan harga minyak setelah kedua kontrak sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret pada perdagangan Kamis (18/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan terhadap harga muncul setelah sejumlah kapal tanker minyak kembali melintasi Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang sempat mengganggu pasokan energi global.

Beberapa tanker yang melintas di antaranya tiga kapal berbendera Arab Saudi yang mengangkut sekitar 6 juta barel minyak mentah.

Pelaku pasar menilai kesepakatan tersebut berpotensi meningkatkan pasokan minyak ke pasar global. Analis memperkirakan lebih dari 85 juta barel minyak yang sempat tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah dapat kembali mengalir ke pasar internasional.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, pencabutan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran juga diperkirakan akan menambah pasokan minyak dunia dalam beberapa waktu mendatang.

Kendati demikian, sebagian investor masih menunggu bukti bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz benar-benar telah kembali normal.

“Kami masih menunggu bukti kuat bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz benar-benar kembali normal sebelum pasar melanjutkan penurunan harga lebih lanjut,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer.

Menurutnya, selama arus kapal belum kembali berjalan secara konsisten, keraguan pasar masih akan tetap ada dan membatasi penurunan harga yang lebih dalam.

Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz. Sejumlah analis memperkirakan perdagangan energi global dapat kembali normal dalam beberapa bulan ke depan apabila kesepakatan damai antara AS dan Iran bertahan.

Tanda-tanda pemulihan pasokan juga mulai terlihat dari negara-negara produsen minyak di Timur Tengah. Kuwait Petroleum Corp mengumumkan seluruh status force majeure yang diberlakukan selama konflik telah dicabut efektif mulai Kamis.

(ldy/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Vicky Prasetyo Akhirnya Bersuara soal Tuduhan Tipu Pengusaha Audio

Baca lagi: Rela Cuti Kerja, Fans Korsel Padati Nobar Piala Dunia di Gwanghwamun

Baca lagi: Lighthouse Parenting, Gaya Asuh yang Membimbing Anak Tanpa Mengekang

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: