
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Harga minyak
dunia melonjak lebih dari US$2 per barel pada perdagangan Kamis (11/6), setelah
Iran
mengumumkan penutupan
Selat Hormuz
menyusul serangan lanjutan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target di wilayahnya.
Mengutip
Reuters,
harga minyak mentah Brent naik US$2,30 atau 2,47 persen menjadi US$95,40 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$2,60 atau 2,89 persen ke level US$92,63 per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah komando militer gabungan tertinggi Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Teheran menyatakan kapal tanker minyak maupun kapal komersial tidak lagi diperbolehkan melintas dan setiap kapal yang mencoba melewati selat tersebut akan menjadi sasaran tembak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, militer AS mengklaim kapal-kapal komersial masih tetap berlayar keluar masuk Selat Hormuz. Washington juga membantah laporan media Iran yang menyebut kapal perang AS di sekitar perairan tersebut menjadi sasaran rudal dan drone.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu (10/6) pukul 21.15 waktu setempat.
Aksi itu menjadi babak terbaru dari rangkaian serangan balasan kedua negara yang mengancam memicu kembali perang terbuka setelah gencatan senjata rapuh yang disepakati pada awal April.
Penutupan Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Jalur pelayaran tersebut selama ini menjadi lintasan sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia. Blokade yang telah berlangsung selama beberapa bulan membuat harga minyak tetap bertahan di level tinggi.
Dari sisi pasokan, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. Penurunan itu lebih besar dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 4 juta barel.
Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari lalu, total persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah menyusut sekitar 79 juta barel. Penurunan terjadi karena AS meningkatkan ekspor untuk menutupi kekurangan pasokan global akibat terganggunya arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
[Gambas:Youtube]
(dly/pta)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Pengguna Transjabodetabek Harap DKI & Jabar Jaga Tarif Terjangkau
Baca lagi: Cara Nonton Streaming Piala Dunia 2026 di FolaPlay dan MaxStream TV




3 Responses
Konten yang luar biasa dan penuh manfaat. Pembahasannya disusun dengan sangat baik sehingga pembaca dapat memahami setiap poin yang disampaikan dengan mudah. Terima kasih atas artikel yang menambah wawasan ini. Jangan lupa mengunjungi https://abc1.com.br/marketing-digital/
Memang tidak bisa dipungkiri kalau proses login genting138 belakangan ini menjadi salah satu rute taruhan paling populer. Untuk berjaga-jaga kalau domain utama bermasalah, ada baiknya kita selalu menyimpan bookmark tautan genting138 alternatif resmi ini. Ingat kalau mau main game gacor dan gampang wd pastikan main di genting138
Pembahasan yang lengkap dan informatif menjadikan artikel ini sumber bacaan yang sangat bermanfaat https://beritakuy.com/ricuh-di-hotel-sultan-sejumlah-tamu-panik-tinggalkan-hotel/.