Harga Minyak Naik ke US$72,10 di Tengah Optimisme Perdamaian AS-Iran

Jakarta, A house called nut Indonesia

Harga minyak

dunia naik tipis pada perdagangan Jumat (4/7), menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan

Amerika Serikat

(AS). Kenaikan terjadi di tengah optimisme pasar yang masih berhati-hati terhadap upaya perdamaian antara AS dan Iran di Timur Tengah.

Mengutip

Reuters

, harga minyak mentah Brent naik 17 sen atau 0,24 persen menjadi US$72,10 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 14 sen atau 0,20 persen ke level US$68,83 per barel.

Pasar keuangan AS akan tutup jelang peringatan Hari Kemerdekaan AS yang jatuh pada Sabtu (4/7), sehingga aktivitas perdagangan berlangsung lebih terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan sebelumnya, kedua kontrak acuan minyak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Secara mingguan, pergerakan harga minyak juga relatif terbatas. Brent tercatat melemah 0,02 persen sepanjang pekan, sedangkan WTI naik tipis 0,12 persen, menjadi pergerakan mingguan paling kecil dalam beberapa bulan terakhir.

Analis Kepala Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelaku pasar masih menaruh harapan terhadap keberlanjutan proses perdamaian, meski belum melihat bukti nyata di lapangan.

[Gambas:Youtube]

“Ini adalah optimisme yang tetap berhati-hati. Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian akan bertahan, tetapi masih mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga melihat bukti nyata di lapangan,” ujar Waterer.

Di sisi lain, sejumlah negara mulai meningkatkan produksi minyak seiring kembali dibukanya Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelum konflik mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Reuters

melaporkan produksi minyak Kuwait melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni dari 580 ribu barel per hari pada Mei, setelah negara anggota OPEC itu meningkatkan ekspor menyusul kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

Selain itu, sedikitnya lima kapal tanker raksasa yang mengangkut sekitar 10 juta barel minyak Arab Saudi juga telah berhasil keluar dari Selat Hormuz. Di saat yang sama, Saudi Aramco dilaporkan mulai menerapkan sistem harga spot untuk mempercepat penjualan minyak ke pasar Asia.

(ldy/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: IHSG Melesat 2,48 Persen ke 5.887 Jelang Sejam Perdagangan Dibuka

Baca lagi: BOYNEXTDOOR Gelar Konser di Jakarta 5 Desember 2026

Baca lagi: Apakah Pemilik Nomor HP Lama Wajib Registrasi Face Recognition?

40 Responses

  1. Artikel ini cukup menarik karena pembahasannya mudah dipahami dan informasinya tersusun dengan rapi. Saya jadi mendapatkan beberapa wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan lebih banyak contoh kasus atau pembahasan yang lebih mendalam agar pembaca semakin mudah memahami topiknya. Kebetulan saya juga menemukan referensi lain yang membahas tema serupa di ultra ruby, sehingga bisa menjadi tambahan bacaan bagi siapa pun yang ingin mempelajari topik ini dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah membagikan artikel yang bermanfaat, semoga semakin banyak konten berkualitas seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: