Jepang Bantu Pasokan Minyak Asia Tenggara Lewat Pinjaman Rp171,34 T

Jakarta, A house called nut Indonesia

Jepang

menawarkan bantuan pinjaman sekitar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun (kurs Rp17.134) kepada negara-negara Asia untuk membeli

minyak mentah

dan memperkuat cadangan energi di tengah perang

Timur Tengah

yang mendorong harga naik dan mengganggu rantai pasok.

Langkah ini diambil untuk mencegah efek domino terhadap rantai pasok Jepang sendiri yang terhubung erat dengan negara-negara Asia.

Bantuan tersebut akan disalurkan terutama melalui lembaga keuangan yang didukung pemerintah Jepang seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan dukungan itu setara dengan sekitar 1,2 miliar barel minyak atau kira-kira kebutuhan impor minyak mentah negara-negara ASEAN selama satu tahun.

Dukungan tersebut disampaikan setelah pertemuan “AZEC Plus” yang dipimpin Jepang. Pertemuan Komunitas Nol Emisi Asia itu di antaranya dihadiri pemimpin Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

“Kita terhubung erat dengan negara-negara Asia melalui rantai pasok dan saluran lainnya, dan kita saling bergantung,” kata Takaichi kepada wartawan setelah pembicaraan tersebut, dilansir dari

Reuters

Kamis (16/4).

[Gambas:Youtube]

Rantai pasok yang dimaksud antara lain mencakup produk penting seperti peralatan untuk dialisis dan perlengkapan bedah.

Rencana ini ini mencakup penyediaan kredit bagi perusahaan lokal untuk memperoleh sumber energi alternatif seperti minyak mentah dari Amerika Serikat.

Selain itu, Jepang juga akan menyediakan pembiayaan bagi perusahaan dan pemerintah yang menjadi bagian dari rantai pasok Jepang.

Dukungan juga mencakup bantuan diversifikasi sumber energi serta pembangunan tangki penyimpanan guna meningkatkan cadangan minyak negara mitra.

Takaichi menegaskan kerja sama tersebut tidak mencakup pelepasan stok minyak Jepang dan tidak akan memengaruhi pasokan domestik negara tersebut.

Dibandingkan Jepang, negara-negara Asia Tenggara memiliki cadangan minyak yang lebih kecil. Kondisi ini membuat pasokan minyak mentah dan produk turunan seperti nafta, bahan baku utama plastik, semakin terbatas

Gangguan produksi di kawasan Asia Tenggara juga memicu kekhawatiran penyedia layanan kesehatan Jepang yang bergantung pada pasokan dari Asia seperti kontainer, tabung, dan sarung tangan.

Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang mencatat sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk Asia.

Saat ini Jepang telah mengamankan sekitar empat bulan pasokan nafta untuk kebutuhan domestik. Namun, semakin banyak produsen melaporkan gangguan pengiriman dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Jepang juga berencana melepaskan tambahan 36 juta barel dari cadangan minyak nasional mulai awal Mei.

(dhz/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: DKZ Resmi Bubar, Member Bakal Fokus Solo Karier

Baca lagi: Ibu Jupe Minta Raffi Ahmad Beli Apartemen Peninggalan Mendiang

Baca lagi: Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Cuma Berlaku Tahun Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: