
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (
METI
) mengungkap kebutuhan
etanol
untuk mendukung program pencampuran bensin dengan etanol 20 persen atau
E20
mencapai sekitar 4 juta kiloliter (kl).
Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan kebutuhan tersebut perlu dipenuhi melalui pengembangan sekitar 30 hingga 50 fasilitas produksi etanol.
Menurutnya, pengembangan kapasitas produksi tersebut sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan industri energi terbarukan di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mengawal seluruh sektor energi terbarukan. Salah satunya adalah E20 yang membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter etanol dari 30 sampai 50 fasilitas (pabrik),” kata Norman dalam Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) ke-12 di Jakarta, Rabu (2/9).
Ia menilai pengembangan industri etanol menjadi bagian penting dalam mendorong transisi energi, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Norman mengatakan agenda transisi energi harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian, termasuk melalui pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja.
“Transisi energi tidak boleh berhenti sebagai target di atas kertas, harus hadir sebagai listrik handal, industri yang tumbuh, impor energi yang turun, pekerjaan yang tercipta, dan hidup rakyat yang semakin baik,” ujar Norman.
METI menilai pengembangan energi terbarukan perlu didukung dengan kepastian kebijakan dan skema pembiayaan yang sesuai agar proyek-proyek energi bersih dapat direalisasikan dan memiliki nilai ekonomi bagi Indonesia.
(lau/pta)
Baca lagi: Gratis Bea Balik Nama Kendaraan Bekas 2026
Baca lagi: Jaksa Agung Terbitkan 7 Perintah di Hari Lahir Kejaksaan
Baca lagi: Kata-kata Gabriel Jesus usai Resmi Jadi Pemain Barcelona



One Response
untung365 pusat game online terpercaya