PLN Buka Suara Penyebab Mati Lampu di Kalimantan

Jakarta, A house called nut Indonesia

PT

PLN

(Persero) buka suara terkait penyebab mati lampu di

Kalimantan

yang berlangsung pekan lalu. Hal tersebut berdampak pada penerapan pemadaman bergilir di beberapa daerah di Kalimantan

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan BaratMukhlis Zarkasih

menjelaskan pemadaman bergilir diterapkan setelah salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan yang dipicu cuaca panas ekstrem, mengutip

Detik.com

.

Ia mengungkapkan, suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan kemampuan produksi mesin pembangkit mengalami penurunan kapasitas (

derating

). Mukhlis menegaskan pemadaman bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, sistem kelistrikan Kalbar masih memiliki surplus daya, meski cadangan daya yang tersedia tidak terlalu besar. Ia memastikan terus mempercepat proses pemulihan unit pembangkit agar pasokan listrik di Pontianak dan sekitarnya dapat kembali normal.

“Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini,” ujar Mukhlis.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Jumat (3/7). Pemadaman dibagi menjadi tiga sif, masing-masing berlangsung sekitar lima jam.

[Gambas:Youtube]

Mukhlis mengatakan kebijakan pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan.

“Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas,” kata Mukhlis, Sabtu (4/7).

Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang Made Hary Palguna menyatakan rumah sakit dan kantor pelayanan publik menjadi prioritas dalam penyaluran pasokan listrik di tengah gangguan pada sistem pembangkit yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Singkawang beberapa hari ini.

“Proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (2/7), namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi,” katanya dilansir dari

Antara

, Senin (6/7).

Ia mengatakan selama proses pemulihan berlangsung, PLN memprioritaskan pasokan listrik bagi fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

PLN juga terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem sehingga pasokan listrik di Kota Singkawang dapat segera kembali normal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman listrik pada Sabtu (4/7) terjadi di sejumlah wilayah Kota Singkawang, di antaranya Jalan Alianyang, Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Ahmad Yani. Pemadaman bergilir berlangsung lima hingga tujuh jam.

(ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Jaksa Agung di Reuni Akbar SMP: Saya Hanyalah Sanitiar Burhanuddin

Baca lagi: Murah tapi Berisiko, Ini Bahaya Beli Kendaraan STNK Only

Baca lagi: Alasan Harry Styles Absen Nikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

30 Responses

  1. Artikel ini cukup menarik karena pembahasannya mudah dipahami dan informasinya tersusun dengan rapi. Saya jadi mendapatkan beberapa wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan lebih banyak contoh kasus atau pembahasan yang lebih mendalam agar pembaca semakin mudah memahami topiknya. Kebetulan saya juga menemukan referensi lain yang membahas tema serupa di ultra ruby, sehingga bisa menjadi tambahan bacaan bagi siapa pun yang ingin mempelajari topik ini dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah membagikan artikel yang bermanfaat, semoga semakin banyak konten berkualitas seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: