Qatar Siap Kerek Produksi LNG Usai Selat Hormuz Dibuka Lagi

Jakarta, A house called nut Indonesia

Qatar

bersiap meningkatkan produksi gas alam cair (

liquefied natural gas

/

LNG

) secara bertahap setelah

Selat Hormuz

kembali dibuka untuk pelayaran internasional.

Mengutip Anadolu Agency yang melansir Bloomberg, perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, telah memberi tahu para pembeli bahwa produksi LNG diperkirakan dapat kembali mencapai sekitar 50 persen kapasitas dalam satu bulan setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz dinyatakan aman.

“Produksi diperkirakan dapat mencapai sekitar 50 persen kapasitas dalam satu bulan dan meningkat menjadi sekitar 80 persen dalam dua bulan setelah jalur pelayaran kembali aman,” ujar sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada

Bloomberg

, Selasa (16/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hingga kini, pemerintah Qatar maupun QatarEnergy belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana tersebut.

Bloomberg

melaporkan sebagian kapasitas produksi yang tersisa diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih sepenuhnya akibat kerusakan yang ditimbulkan serangan rudal Iran pada Maret lalu.

Qatar sebelumnya menghentikan operasi kompleks LNG Ras Laffan pada pekan pertama perang setelah serangan Iran. Fasilitas tersebut merupakan kompleks produksi LNG terbesar di dunia.

Penutupan Ras Laffan menyebabkan pembatalan sejumlah pengiriman LNG dan menekan reputasi Qatar sebagai salah satu pemasok LNG paling andal di dunia.

Pada tahun lalu, kompleks Ras Laffan menyumbang hampir seperlima pasokan LNG global. Namun fasilitas tersebut sebagian besar tidak beroperasi selama lebih dari tiga bulan karena penutupan efektif Selat Hormuz menghambat ekspor gas dalam skala besar.

Laporan

Bloomberg

menyebut

QatarEnergy

telah mempersiapkan pemulihan operasi sejak April melalui pengujian peralatan dan pemeliharaan fasilitas.

Sejumlah unit produksi juga dilaporkan tetap beroperasi dalam kapasitas terbatas untuk memasok negara-negara tetangga sekaligus menjaga kesiapan fasilitas saat produksi kembali ditingkatkan.

Target pemulihan tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan perkiraan sejumlah analis dan pelaku pasar sebelumnya.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Selat Hormuz berpotensi dibuka kembali pada Jumat (19/6), bertepatan dengan rencana penandatanganan kesepakatan sementara antara AS dan Iran di Swiss.

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi. Seorang pejabat senior AS memperingatkan bahwa ranjau yang tersebar di kawasan itu masih harus dibersihkan sebelum jalur pelayaran dapat sepenuhnya dinyatakan aman.

Kembalinya pasokan LNG Qatar diperkirakan dapat membantu meredakan tekanan pasokan global yang selama beberapa bulan terakhir mendorong harga gas di Eropa dan Asia tetap tinggi dibandingkan periode sebelum perang.

Bloomberg

juga melaporkan Qatar sempat mengekspor sejumlah kecil LNG ke pembeli di Asia dengan menyamarkan lokasi kapal tanker demi alasan keamanan. Namun volume pengiriman tersebut masih jauh di bawah tingkat normal.

[Gambas:Video A house called nut]

(lau/sfr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Yvonne Chapman: Dari Finansial Kini Mantap Melangkah di Hollywood

Baca lagi: Rupiah Lunglai ke Rp17.762 per Dolar AS Rabu Sore

Baca lagi: FOTO: Memborong Jajanan Jakarta Fair Pakai Koper hingga Karung

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: