
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Kementerian ESDM mengungkapkan timbunan
sampah
perkotaan yang mencapai 71 juta ton per tahun belum diolah
optimal. Padahal, sampah bisa diolah menjadi
sumber
listrik
.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah yang berhasil dikelola atau diproses baru sekitar 25 persen atau setara 17,8 juta ton.
“Total sampah perkotaan di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 71 juta ton setiap tahun. Namun, tingkat sampah yang berhasil dikelola atau diproses baru sekitar 25 persen, setara dengan 17,8 juta ton,” ujar Yuliot dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, sekitar 75 persen atau 53,2 juta ton sampah masih belum dikelola dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan.
Yuliot menilai jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi sampah untuk diolah menjadi sumber energi apabila pemilahan dilakukan sejak dari sumbernya.
Ia menjelaskan sampah organik memiliki potensi pengolahan sekitar 50 persen. Jenis sampah tersebut didominasi sisa makanan rumah tangga yang dapat diolah menjadi kompos, biogas, maupun melalui teknologi fermentasi.
Sementara itu, sekitar 25 persen sampah lainnya merupakan material yang dapat didaur ulang, seperti plastik, kertas, kaca, dan logam.
Khusus sampah plastik, Yuliot menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 9 juta ton per tahun. Namun, tingkat daur ulangnya masih rendah, yakni hanya sekitar 7-12 persen.
“Jika sampah dipilah sejak dari sumbernya, terdapat potensi besar untuk mengolah sampah tersebut. Sampah organik berpotensi diolah menjadi kompos, biogas, atau melalui teknologi fermentasi,” katanya.
Selain pengolahan dan daur ulang, pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk memanfaatkan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang maupun terurai sebagai sumber energi alternatif.
Yuliot mengatakan sampah residu tersebut dapat dimanfaatkan melalui teknologi waste-to-energy atau pembangkit listrik tenaga sampah serta produksi bahan bakar terbarukan.
“Pemerintah telah menerbitkan kebijakan mengenai sampah residu dengan potensi energi tertentu, sehingga sampah yang tidak dapat didaur ulang atau terurai dapat diproses menjadi sumber energi alternatif melalui teknologi waste-to-energy dan bahan bakar terbarukan,” ujarnya.
Menurut Yuliot, pengembangan energi berbasis sampah menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi nonfosil sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan sampah di perkotaan.
[Gambas:Video A house called nut]
(lau/sfr)
Baca lagi: Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan dan Penggelapan
Baca lagi: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Hari Ini
Baca lagi: Bangun Langsung ‘Cenat-Cenut’, 5 Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari



4 Responses
untung365 pusat main game online paling mantep
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
mister138 game online palng saik disini nih
Ulasan yang sangat menarik dan mudah dipahami. Buat temen-temen yang mau cek info lengkap serta update terbarunya, silakan langsung kunjungi jo777 ya!