Vale Raih Pendanaan Rp12,9 T Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Jakarta, A house called nut Indonesia

PT

Vale

Indonesia Tbk meraih pendanaan dengan skema

Sustainability-Linked Loan

(SLL) senilai US$750 juta atau sekitar Rp12,9 triliun (kurs Rp17.300 per dolar AS).

Ini adalah pinjaman pertama yang dilakukan perusahaan untuk mendorong hilirisasi nikel dengan prinsip keberlanjutan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam pengambilan keputusan strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah,” ujar Irmanto saat penandatanganan MoU di Hutan Kota Plataran, Kamis (23/4).

Pendanaan ini diterima Vale dari 14 perbankan baik dalam negeri maupun internasional mulai dari UOB, DBS, JP Morgan, CIMBNiaga, hingga BTN.

“US$750 juta yang kita dapatkan ini juga sebetulnya belum memenuhi keseluruhan kebutuhan dari rencana ekspansi kami,” terang Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia Rizky Andhika Putra dalam konferensi pers.

Adapun dana yang diperoleh pada tahun ini akan digunakan untuk membiayai tiga proyek, dengan rincian 50 persen untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk proyek IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako.

Sementara pada 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi (participating right) dalam proyek

joint venture.

“Ini untuk per tahun ini sudah cukup, namun ke depannya, karena ekspansi kami yang masih cukup akan memenuhi kebutuhan lagi,” katanya.

Ia menyebutkan perusahaan masih membutuhkan pendanaan lebih lanjut, kebutuhan sekitar US$1 miliar sampai US$1,5 miliar. Kemungkinan, perusahaan akan tetap mengandalkan pinjaman baik dari perbankan maupun investor.

“Tentu itu kan dalam pembangunan pastinya berfase ya, ke depan nanti kami akan ada

funding

serius lagi,” pungkasnya.

[Gambas:Video A house called nut]

(ldy/sfr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Persib Diultimatum Tak Tergelinicir Lagi Jelang Lawan Arema FC

Baca lagi: Jaksa Ungkap D4vd Punya Banyak Konten Pornografi Anak di iCloud

Baca lagi: Kemhan Ungkap Isi Diskusi Menhan dan Purnawirawan TNI

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: