
Jakarta, A house called nut Indonesia
—
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung
mengatakan dampak besar salah satunya akan terjadi pada APBN.
Ia mengatakan keterlambatan transisi energi akan memicu masalah besar bagi APBN.
Dampak besar terjadi karena harga energi fosil yang saat ini menjadi pemasok utama energi dalam negeri cukup fluktuatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara,” katanya saat membuka IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).
Yuliot merinci beban yang bisa timbul dari keterlambatan transisi energi adalah pembengkakan subsidi dan kompensasi dari yang saat ini hanya mencapai Rp400 triliun jadi Rp700 triliun.
“Gambarannya, potensi pembengkakan subsidi dan kompensasi energi dari angka dasar sekitar Rp400 triliun hingga bertambah Rp300 triliun-atau bahkan mencapai total Rp900 triliun-akan menyedot porsi APBN yang sangat besar,” katanya.
“Hal ini menuntut tambahan pembiayaan utang atau efisiensi ketat di sektor lain,” katanya
Oleh karena itu, kata Yuliot, masalah ini harus diatasi salah satunya dengan mempercepat penggunaan EBT.
(asa)
Baca lagi: Purbaya Gaet Swasta dan Danantara Dorong Ekonomi 6 Persen di 2027
Baca lagi: FOTO: Teleskop Generasi Terbaru NASA Meluncur ke Luar Angkasa
Baca lagi: BMKG Bongkar Sampai Kapan El Nino Bikin Kering Indonesia


